5.Noh Alam Shah
| Informasi pribadi | ||
|---|---|---|
| Nama lengkap | Mohd. Noh AlamShah Bin Kamarezaman | |
| Nama panggilan | Along | |
| Tanggal lahir | 3 September 1980 | |
| Tempat lahir | Singapura | |
| Tinggi | 178 cm | |
| Posisi bermain | Penyerang | |
| Informasi klub | ||
| Klub saat ini | Arema Indonesia | |
| Nomor | 12 | |
| Klub junior | ||
| Sembawang Rangers | ||
| Klub senior1 | ||
| Tahun | Klub | Tampil (Gol) |
| 1998-2002 2001 2001-2002 2003-2007 2007-2008 2008-2009 2009-2010 2010-2011 | Sembawang Rangers Singapore Armed Forces Sembawang Rangers Tampines Rovers PDRM FA (Pinjaman) Tampines Rovers Arema Indonesia Arema Indonesia | ? (?) 9 (0) 47 (29) 133 (108) 0 (0) ? (14) 35 (15) 7 (3) |
| Tim nasional2 | ||
| 2001-… | Singapura | 75 (34) |
| 1 Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 4 November 2010. 2 Penampilan dan gol di tim nasional akurat per 23 Januari 2010. | ||
Noh Alam Shah (lahir di Singapura, 3 September 1980; umur 30 tahun) adalah pemain sepak bolaberkebangsaan Singapura yang saat ini bermain sebagai penyerang pada klub sepak bola Arema Indonesia salah satu klub anggota Liga Super Indonesia.
//
Perjalanan Karier
Karier Klub
Ia mengawali karier sebagai pemain profesional pada tahun 1998 bersama tim Sembawang Rangerslalu hijrah ke singapore Armed Force FC (SAFFC) kemudian kembali lagi ke tim semula. Pada tahun 2003 ia bergabung dengan tampines Rovers dan membantu memenangkan gelar liga dua tahun berturut-turut 2004 dan 2005.
Pada tahun 2007 ia tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak 100 gol bagi klubnya setelah mencetak gol melawan Liaoning Guangyuan. Ketajaman Alam Shah sempat membuatnya mengikuti seleksi di Notts County Inggris dan Skonto Riga Latvia namun keduanya gagal karena masalah ijin kerja.
Karier Internasional
Dalam pertandingan penyisihan grup Kejuaraan Sepak Bola ASEAN 2007 Alam Shah mencetak 7 gol dari total kemenangan 11-0 atas Laos. Ini tidak hanya rekor kemenangan besar Singapura, tapi juga rekor gol individu seorang pemain di pertandingan internasional untuk Singapura. Alam Shah akhirnya membawa Singapura mempertahankan gelar juara, dan ia meraih gelar pemain terbaik dan top skor dengan 10 gol.
Terakhir ia bertindak sebagai kapten tim dan mencetak gol dalam laga persahabatan melawan Cinapada 12 Agustus 2009 di ajang “National Day Challenge”. pertandingan itu berakhir adu penaltidengan kekalahan 3-4 setelah 2×45 menit bermain imbang 1-1.
Karakter Bermain
Alam Shah dikenal sebagai penyerang yang memiliki kekuatan fisik, tidak kenal lelah, unggul kecepatan, kuat dalam duel bola udara, dan striker oportunis dengan penyelesaian akhir sempurna. Dalam interview dengan The New Paper tahun 2006 (media lokal Singapura), Alam Shah mengaku temperamennya terbentuk saat terlibat dalam sebuah anggota gengster ketika masih kecil. Alam Shah memiliki julukan “Along” yang dalam Bahasa China dan Bahasa Melayu menjadi sebutan untuk “Kakak” atau “Pemimpin” dalam kelompok geng China (triad).
4.Bambang Pamungkas
| Bambang Pamungkas | ||
| Informasi pribadi | ||
|---|---|---|
| Nama lengkap | Bambang Pamungkas | |
| Nama panggilan | BePe(BP) | |
| Tanggal lahir | 10 Juni 1980 (umur 30) | |
| Tempat lahir | ||
| Tinggi | 168 cm | |
| Posisi bermain | Penyerang | |
| Informasi klub | ||
| Klub saat ini | Persija | |
| Nomor | 20 | |
| Klub senior1 | ||
| Tahun | Klub | Tampil (Gol) |
| 1999–2000 2000–2001 2001–2004 2005–2006 2007– sekarang | 30 (24) ?? (??) 96 (52) 42 (39) ?? (126) | |
| Tim nasional2 | ||
| 1999 – sekarang | 76 (34) | |
| 1 Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 20 November 2009. 2 Penampilan dan gol di tim nasional akurat per 30 Desember 2010. | ||
Bambang Pamungkas (lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 10 Juni 1980; umur 30 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Persija Jakarta di Indonesia Super League dan pernah mewakili negara dalam timnas sepak bola Indonesia. Dia biasa berposisi sebagaipenyerang.
Meskipun tidak terlalu tinggi (168 cm), Bambang mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Salah satu pemain yang dikaguminya adalah rekannya dalam tim nasional, Kurniawan Dwi Yulianto.
Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaikPiala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.
Penampilan pertama Bambang bersama timnas senior adalah pada 2 Juli 1999 dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru berusia 18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.
//
Karier profesional
Bambang menjaringkan 2 gol pada musim pertamanya di Liga Indonesia walaupun tim yang diwakilinya Persija Jakarta gagal ke babak akhir. Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad. Namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan cuaca sejuk Eropa menyebabkan beberapa bulan setelah itu, EHC Noradmeminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.
Setahun kemudian, Bambang menjadi pencetak gol terbanyak dengan 8 gol sekaligus membantuIndonesia menjadi juara kedua Piala Tiger 2002.
Hingga penampilan terakhirnya untuk Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2006 melawan Sri Lanka pada September 2004, Bambang telah menjaringkan 18 gol dalam 35 penampilan. Namun masalah kecederaan serta prestasi yang menurun (kali terakhir Bambang menjaringkan gol untukIndonesia adalah pada 12 Februari 2004) menyebabkannya tersisih dari skuad Piala Tiger Indonesia 2004. Saat rekan-rekannya berjuang di Piala Tiger, Bambang menandatangani kontrak denganSelangor FC. Hingga Juli 2005, ia adalah pencetak gol terbanyak untuk timnya dengan 22 gol.
Musim 2007 ia kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia. Pada 10 Juli 2007, ketika pertandingan Indonesia-Bahrain, ia mencetak gol, memastikan Indonesia menang 2-1.
3.Francisco Aldo Barreto Miranda
| Informasi Pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Francisco Aldo Barreto Miranda | ||
| Tanggal lahir | 1 Maret 1981 (umur 29) | ||
| Templat lahir | |||
| Tinggi | 182 cm | ||
| Posisi bermain | Penyerang Tunggal | ||
| Informasi klub | |||
| Klub saat ini | Persiba Balikpapan | ||
| Nomor | 17 | ||
| Karier muda | |||
| 1999-2002 | Cerro Porteno | ||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Apps† | (Gls)† |
| 2002-2003 | Cerro Porteno | 17 | (9) |
| 2003-2004 | Club Guarani | 20 | (8) |
| 2004-2006 | BEC Tero Sasana | 32 | (20) |
| 2006-2008 | PSM Makassar | 58 | (25) |
| 2008-2009 | Persisam Samarinda | 24 | (13) |
| 2009-2010 | Bontang FC | 32 | (19) |
| 2010- | Persiba Balikpapan | 0 | (0) |
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik. † Penampilan (Gol). | |||
Francisco Aldo Barreto Miranda (lahir 3 Januari 1981; umur 30 tahun) adalah seorang pemainsepak bola berkebangsaan Paraguay yang kini bermain untuk Persiba Balikpapan. Posisinya adalah sebagai penyerang tunggal.
Aldo Baretto lahir sebagai anak seorang petani di Paraguay. Meskipun ia hidup dengan cukup, ia tidak mau hidup manja. Hal ini terungkap dari wawancaranya dengan Kaltimpost, sebuah media cetak dariKalimantan Timur. “Di Paraguay, saya hidup seadanya. Meski tidak kelaparan karena orangtua punya perkebunan dan peternakan, tapi saya tidak mau hidup manja. Setelah saya yakin sepak bola adalah jalan hidup, dari situ saya tidak mau merusak potensi yang saya punya. Seperti orangtua saya yang selalu menjaga perkebunan dan sapi-sapi mereka.” tutur Aldo.
Aldo juga seorang yang sangat menyayangi keluarganya. Hal ini terbukti dengan ia lebih memilih keluarganya dibanding terjerumus pada kehidupan malam yang biasanya melanda para Pemain Sepak Bola. “Memang banyak pemain yang suka pesta atau minum di klub malam. Saya pernah, tapi tidak mau ganggu latihan dan karier. Karena saya sekarang andalkan main bola untuk cari uang. Makanya saya tidak mau bermasalah saat main atau di saat di rumah. Tiap saya keluar daerah dan tidak sama istri, pasti dia yang selalu ingatkan saya untuk ingat anak dan istri di rumah,” tuturnya. “Setelah menikah, saya berpikir apa yang saya bisa lakukan dan apa yang saya dapatkan hanya untuk mereka. Bahkan sampai saat Estela mau mati karena selalu melahirkan dengan cara operasi, saya rela menunggui. Pengorbanan itu yang buat saya tidak mau merusak karier saya dengan cara bodoh,” ujarnya.
Aldo adalah seseorang yang menghargai sesamanya, begitu pula keluarganya. “Baik Estela dan Aldo ternyata menghargai pertemanan meski dengan orang yang baru dikenal, tidak ada rasa sungkan meski berbeda bangsa ataupun agama,” ujar Robi Johan, wartawan Kaltimpost. “Kami datang dari jauh. Di sini yang bisa diajak komunikasi hanya teman-teman. Teman bisa gantikan keluarga yang ada di Paraguay,” ujar Aldo.
2.Cristian Gonzáles
| Cristian Gonzáles | ||
| Informasi pribadi | ||
|---|---|---|
| Nama lengkap | Cristian Gérard Alfaro Gonzáles | |
| Nama panggilan | El Loco (Si Gila) | |
| Tanggal lahir | 30 Agustus 1976 (umur 34) | |
| Tempat lahir | ||
| Tinggi | 1.77 m (5 ft 10 in) | |
| Posisi bermain | Penyerang tengah | |
| Informasi klub | ||
| Klub saat ini | Persib Bandung | |
| Nomor | 99 | |
| Klub junior | ||
| 1990–1995 | Defensor Sporting | |
| Klub senior1 | ||
| Tahun | Klub | Tampil (Gol) |
| 1995–1997 1997–1999 1999–2000 2000–2003 2003–2005 2005–2008 2008–2009 2009–2010 2010– | Sud America → Huracán Corrientes (pinjaman) Sud America Deportivo Maldonado PSM Makassar Persik Kediri → Persib Bandung (pinjaman) Persib Bandung Persib Bandung | 1 (0) 3 (0) 12 (1) 22 (1) 26 (27) 83 (88) 16 (14) 38 (32) |
| Tim nasional2 | ||
| 2010–kini | 9 (6) | |
Cristian Gérard Alfaro Gonzáles (lahir di Montevideo, Uruguay, 30 Agustus1976; umur 34 tahun) merupakan seorang pemain sepak bolaIndonesia yang dapat berposisi sebagai penyerang tengahataupun penyerang tunggal. Sebelumnya, ia merupakan warga negara Uruguay, namun sejak 1 November2010, ia resmi menjadi warga negara Indonesia. Saat ini ia bermain untuk Persib Bandungdan sejak 21 November2010 juga bermain untuk tim nasional Indonesia.
Profil
Cristian adalah salah satu penyerang yang paling mematikan sepanjang sejarah kompetisi sepak bolaIndonesia. Kemampuannya dalam menendang, mencetak gol, penempatan posisi, visi permainan, dan sundulan adalah andalannya. Disamping kemampuannya, ia juga terkenal memiliki fisik yang prima.
Pada saat bermain di Uruguay, ia ditugaskan sebagai gelandang serang. Produktivitasnya kurang baik sampai akhirnya ia hijrah ke Indonesia untuk bergabung dengan PSM Makassar dengan status bebas transfer, dan diplot sebagai penyerang. Dari sinilah ia membuktikan kualitasnya sebagai seorangpenyerang handal.
Pada musim 2006, ia adalah pemain termahal di Liga Indonesia menurut data Badan Liga Indonesia dengan bayaran Rp 1,2 milyar[1]
Pada tanggal 21 November 2010 Cristian Gonzales memulai debut sebagai anggota timnas sepak bola indonesia melawan Timor Leste dan langsung mencetak dua gol di debut pertamanya. Selanjutnya, ia masuk sebagai anggota inti Timnas Indonesia pada kejuaraan Piala Suzuki AFF 2010.
Setelah menikah, ia memiliki paspor Indonesia, istrinya adalah wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Dari pernikahannya, ia memperoleh dua orang anak (Fernando dan Florencia). Ia juga telah mempunyai dua anak hasil pernikahan sebelumnya (Amanda dan Michael).
1.Boaz Solossa
Informasi Pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Boaz Theofilius Erwin Solossa | ||
| Tanggal lahir | 16 Maret 1986 (umur 24) | ||
| Templat lahir | |||
| Tinggi | 168 cm | ||
| Posisi bermain | Penyerang Tengah, Penyerang Sayap | ||
| Informasi klub | |||
| Klub saat ini | Persipura Jayapura | ||
| Nomor | 86 | ||
| Karier muda | |||
| 1998-1999 | PS Putra Yohan Sorong | ||
| 2000-2001 | Perseru | ||
| 2002-2004 | Tim PON Papua | ||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Apps† | (Gls)† |
| 2005- | Persipura | 79 | (66) |
| National team‡ | |||
| 2004- | Indonesia U-23 | 10 | (6) |
| 2004- | Indonesia | 24 | (11) |
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 27 September 2010. † Penampilan (Gol). ‡ Kapten Tim Nasional dan gol akurat per 27 September 2010 | |||
Boaz Solossa (lahir 16 Maret 1986; umur 24 tahun) merupakan pemain Sepak Bola dari Persipura, klub Sepak Bola Indonesia, yang dapat berposisi sebagai Penyerang Tengah dan Penyerang Sayap.
Profil
Boaz biasanya beroperasi pada bagian kiri-tengah lapangan. Kakaknya, Ortizan, adalah Pemain Sepak Bola yang juga bermain bersamanya di Persipura. Paman Boaz, JP Solossa adalah mantan GubernurPapua.
Boaz pernah dijuluki sebagai anak ajaib, ketika dibawa oleh Peter Withe dan menampilkan penampilan memukau di Ho Chi Minh, saat ia tampil bersama Tim Nasional Indonesia di ajang Piala Tiger 2004.
Ia terkenal dengan kemampuannya dalam mengontrol bola, tendangan kaki kiri yang keras, akurasi kaki kiri dan kaki kanan yang baik, kecepatan, visi penyerangan, dan naluri dalam mencetak gol.
Memiliki kemiripan wajah dengan kakak kandungnya Ortizan, yang juga pemain sepakbola profesional, membuat banyak orang yang sering salah setiap kali bertemu kedua pemain ini.
Di tengah kariernya sedang menanjak, ia pernah mengalami cedera serius yang membuat ia nyaris melupakan sepakbola untuk selamanya. Cedera patah kaki kanan saat tampil membela Tim Nasional Indonesia melawan Tim Nasional Hong Kong di ajang internasional memang hampir saja membunuh karier bermain sepakbolanya. Pertandingan berakhir dengan kedudukan 3-0 untuk Tim Nasional Indonesia.
Kontroversi
Boaz memiliki temperamen yang meledak-ledak.
Pada 25 Oktober 2005, ia dijatuhi hukuman skorsing selama satu tahun tidak boleh bermain sepakbola di ajang nasional maupun internasional oleh PSSI karena terbukti menendang wasit dalam pertandingan Piala Indonesia antara Persipura melawan Persebaya pada 12 September 2005.
Boaz pernah berulah dengan menolak panggilan PSSI untuk membela Tim Nasional Indonesia U-23. Hal itu membuat otoritas sepakbola nasional berang dan mengancam menjatuhkan sanksi berat. Salah satunya tidak mengizinkan Boaz dan beberapa pemain lain yang menolak tampil bersama Tim Nasional Indonesia, untuk tampil di pentas resmi PSSI. Tapi akhirnya hukuman itu tidak dijatuhkan, setelah Boaz bersedia kembali tampil, pada tanggal 28 maret 2007 pada pertandingan Tim Nasional Indonesia U-23 melawan Tim Nasional U-23 Libanon, namun mengalami kekalahan dengan skor 2-1 untuk keunggulan Tim Nasional U-23 Libanon.
Meski berstatus pemain sepakbola profesional, Boaz terkadang masih sering sulit meninggalkan kebiasaan buruknya mengonsumsi alkohol. Ia bahkan pernah nyaris dipulangkan dari pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia di Australia oleh pelatih Peter Withe, karena kedapatan mabuk. Seiring dengan itu, penampilannya pun mulai meredup yang membuat Peter Withe mencoretnya.
Sikap profesional memang sepertinya masih sulit untuk ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itu bisa dilihat dengan kecelakaan yang ia alami saat mengejar seekor ayam di sekitar tempat tinggalnya di Jayapura tanpa mengenakan alas kaki. Akibatnya, ia menginjak pecahan beling dan harus mendapatkan beberapa jahitan di kakinya, yang membuat ia terpaksa absen membela klubnya Persipura dalam beberapa pekan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar