Sabtu, 15 Januari 2011

Ibu Asyik Facebook-an, Anak Tewas Tenggelam

1295122588218355580
Ilustrasi (chethstudios.net)
Shannon Johnson, 34 tahun, warga Fort Lupton, Colorado, kemarin menjadi terdakwa dalam kasus kematian anaknyasendiri. Peristiwa kematian anak laki-lakinya yang baru berusia 13 bulan ini terjadi tanggal 20 September lalu. Hari itu Shannon memandikan anaknya di bathtub rumah mereka, lalu membiarkan anaknya bermain di situ sendirian. Shannon kembali ke ruangan sebelah, melanjutkan kegiatannya di depan layar laptop, ber-face book ria.
Setelah sepuluh menit berlalu, dia baru sadar kalau tidak lagi mendengar suara anaknya dari kamar mandi. Di kamar mandi, dia menemukan anaknya terlungkup dengan muka di dalam air. Panik, dia menelpon 911, bantuan datang termasuk helikopter medik yang mengevakuasi anak malang itu ke salah satu rumah sakit di kota Denver. Sayang, nyawa anak yang tidak disebutkan namanya ini tidak tertolong, meninggal di rumah sakit.
Kejadian ini seakan mengulangi kejadian di Auckland, New Zealand, bulan November 2009. Seorang ibu yang berusia 29 tahun meninggalkan anaknya yang baru berusia 13 bulan sendirian di dalam bathtub untuk kembali asyik facebookan. Setelah lima belas menit, ketika dia mengecek anaknya, sang anak sudah mengambang dengan posisi badan terlungkup.
Berbeda dengan Shannon di Colorado yang langsung mencari pertolongan, wanita di Auckland ini hanya memindahkan tubuh anak yang malang ini ke tempat tidur. Lalu dia kembali asyik dengan komputernya. Alasan wanita ini, yang oleh pengacaranya disebutkan kejiwaannya tidak sehat, setelah dia check anaknya sudah tidak bernyawa lagi. Menurut pengacaranya, karena kondisi kejiwaannya yang labil si ibu ini memilih kembali asyik dengan Facebook untuk menjauhkan dirinya dari kenyataan kalau anaknya sudah meninggal.
12951136731742516389
(merchantcircle.com)
Kalau kedua ibu di atas lalai karena asyik dengan Facebook, lain lagi Alexandra Tobias, ibu muda berusia 22 tahun. Dia didakwa membunuh bayi laki-lakinya yang baru berusia 3 bulan. Pada suatu hari di bulan January tahun lalu Alexandra sedang asyik bermain Farmville di Facebook ketika anaknya menangis. Merasa terganggu, dia marah dan mengguncang-guncang tubuh mungil bayi yang malang ini. Setelah itu dia menenangkan dirinya cara merokok. Bayi mungil itu masih tetap menangis membuat emosinya kembali. Alexandra kemudian mengguncang-guncang tubuh darah dagingnya sampai berhenti menangis. Karena sudah meninggal di tangan ibunya sendiri.
Kegiatan di depan komputer memang terkadang mengasyikan membuat lupa segala-galanya. Termasuk menjaga anak sendiri yang masih perlu diawasi secara ketat. Juga keasyikan di dunia maya sering membuat lupa peraturan-peraturan dasar dalam hidup ini. Meninggalkan anak sendirian tanpa diawasi sama sekali di dalam bathub adalah tindakan yang penuh resiko. Minimal ada orang dewasa yang berada dekat dengan kamar mandi dan selalu mengecek secara kontinyu keadaan si anak. Juga mengguncang tubuh bayi adalah tindakan yang amat sangat terlarang. Karena dapat menimbulkan kerusakan pada otak dan bagian tubuh si bayi kalau tidak menyebabkan kematian si bayi.
Anak adalah segalanya, lebih berharga daripada harta apapun di dunia. Juga lebih menghibur dari apapun yang ada di internet. Apalagi cuma Facebook yang bisa ditinggal kapan pun juga.
http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/16/ibu-asyik-facebook-an-anak-tewas-tenggelam/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar